AHMAD ARJUNA KAFA BIN SUDARMOYO
AHMAD... Aḥmad (bahasa Arab: أحمد, transliterasiAhmad, Ahmed), adalah sebuah namadalam bahasa Arab yang berarti "sangat terpuji". Kata ini berasal dari akar kata trikonsonantal H-M-D ("puji"), arti implikasinya ialah "seseorang yang selalu berterima-kasih kepada Tuhan". Ahmad adalah nama lain dari Muhammad, salah seorang nabi dalam agama Islam.
ARJUNA... Arjuna (Dewanagari: अर्जुन; IAST: Arjuna)adalah nama seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia dikenal sebagai anggota Pandawa yang berparas menawan dan berhati lemah lembut. Dalam bahasa Sanskerta, secara harfiah kata Arjuna berarti "bersinar terang", "putih" , "bersih". Dilihat dari maknanya, kata Arjunabisa berarti "jujur di dalam wajah dan pikiran". Arjuna (अर्जुन Arjuna): yang tak ternoda dan bersinar keperakan.
KAFA.. Nama Kafa adalah nama bagus dan indah untuk anak bayi laki-laki islam. Selain tergolong dalam nama bayi islami dari asal bahasa Arab, unik nya kata ini ada pada arti dan maksud nama Kafa yang memiliki makna Hujan yang lembut. Kita pun dapat maknai arti: Hujan yang lembut sebagai doa agar calon bayi laki laki kita Diharapkan menjadi bayi laki laki yang pandai, di berkahi, dan ramah. Atau makna lain Tercukupi Rizkinya.
SELAMAT DATANG DI BLOG ABDUL HALIM SOLKAN
Semoga segala yang penulis atau blogger tampilkan dapat bermanfaat!
Sunday, 13 January 2019
Thursday, 18 October 2018
Thursday, 28 January 2016
Pesantren dan Cita-Cita Bangsa yang Jaya
Oleh : Abdul Halim[2]
Sebelum
hadirnya agama-agama besar seperti Budha, Hindu, Islam atau sejak Zaman
Kapitayan, Pesantren sudah hadir dan menjadi bagian dari khazanah peradaban
Nusantara. Misi dan risalah Pesantren untuk memberikan muatan nilai spiritual
dan moral pada setiap perilaku masyarakat sehari-hari, baik dalam kegiatan
sosial, ekonomi maupun kenegaraan tidak pernah berubah, meski terjadi pertemuan
dengan agama-agama besar tersebut yang mengharuskan pesantren alami bperubahan
bentuk dan isi sesuai karakter tiap agama.
Pada masa Walisongo,
Pesantren yang semula bernuansa Hindu-Budha mulai mendapatkan nuansa Islam. Hal
ini sejalan dengan mulai tersebarnya agama baru ini. Diwilayah pesantren lah
agama diajarkan dengan secara mendalam serta luas bagi masyarakat. Berbagai
kitab diajarkan di pesantren saat ini, baik kurikulum, kitab dan metodenya
semua bersala dari generasi para wali dan kiai sesudahnya. Hal itulah yang turu
menyumbang atas dinamika dan perkembangan Islam Nusantara di Bumi Pertiwi ini,.
Namun tahun 1900 para
kolonial datang dan memperkenalkan pendidikan sekolah yang hanya mengajarkan
ilmu-ilmu keduniaan dengan dasar rasional semata, mulailah terjadi dualism
pendidikan Nusantara. Pendidikan yang semula terpadu mulai dipisah anatara ilmu
agam dan ilmu pengetahuan umum. Hal itu terjadi karena pendidikan Barat hanya
mengenal ilmu umum dan tidak kenal ilmu agama, sementara pesantren saat itu
mengintegrasikan keduanya.
Wednesday, 27 January 2016
Resume Materi Wajib Pelatihan Kader Lanjut PC PMII Kota Semarang
Oleh : Abdul Halim[2]
Berdasarkan pengamatan
penulis merujuk berbagai sumber, materi wajib dalam Pelatihan Kader Lanjut PMII
adalah sebagi berikut :
1. Ke-Islaman
(Ideologi)
a. Aswaja
Scientific
b. PMII,
NU dan Peta Pemikiran Gerakan Islam
2. Keindonesiaan
a. Sejarah
Masyarakat Indonesia
b. Geo
Politik, Geo Ekonomi dan Geo Strategi
3. Ke-PMII-an
a. Membedah
PMII Perspektif Ideologi
b. Membedah
PMII Perspektif Kepemimpinan dan Organisasi
c. Membedah
PMII Perspektir Kaderisasi
d. Membedah
PMII Perspektif Gender
4. Leadership
a. Mentality
And Character Building
b. Teknik
Membangun Jaringan
c. Strategi
Perang
5. Pengetahuan
a. Strategi
Membangun Kemandirian Ekonomi Organisasi
b. Community
Organizing
Berikut
sedikit penulis uraikan gambaran mengenai materi-materi PKL yang menjadi asupan
wajib peserta.
Tuesday, 18 August 2015
Desa dan Pelestarian Lingkungan
Oleh: Abdul Halim Solkan
Babak baru dan geliat positif Pemerintah Jawa Tengah guna wujudkan good governance dengan berlandaskan pembangunan berkelanjutan sedang diupayakan dan diwujudkan. Pembangunan berkelanjutan (sustainable) adalah pembangunan yang didasarkan atas kesejahteraan masyarakat serta keadilan dalam jangka waktu pendek, menengah dan panjang dengan keseimbangan pertumbuhan ekonomi, dinamika sosial dan pelestarian lingkungan hidup. Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya bahwasanya Gubernur dan Pemerintah Provinsi ini, melalui Balai Lingkungan Hidup sedang menggelorakan sebuah kebijakan yang begitu apik dan patut kita kawal dan dukung bersama, yaitu Memberikan anjuran agar Pemerintah Desa untuk menyusun Regulasi lewat Peraturan Desa (Perdes) tentang Pelestarian Lingkungan. Langkah Balai Lingkungan Hidup (BLH) mengusulkan kepada Gubernur terkait hal ini (baca: Perdes) mendapat respon positif dan Gayungpun bersambut. Gubernur menindaklanjuti dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 600/002146 tentang Penyusunan peraturan Desa terkait pelestarian lingkungan hidup kepada bupati/wali kota, dengan harapan hal ini dapat memfasilitasi penyusunan peraturan desa di wilayah masing-masing (SM,8/6/2015).
Pemuda dan Cita-cita Kemandirian
Oleh: Abdul Halim Solkan
Dalam Buku “Ilmu Sosial Dasar (Teori dan Konsep Ilmu Sosial)” M Munandar Soelaeman menyatakan bahwa ‘pemuda’ ata ‘generasi muda’ merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai. Sebagaimana istilah ‘pemuda harapan bangsa’, ‘pemuda pemilik masa depan’, dan sebagainya yang semuanya menjadi beban moral sendiri bagi pemuda. Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai makhluk moral, makhluk sosial. Hal itu menunjukkan jika pemuda haruslah beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi.
Pernyataan-pernyatan tersebut diatas seolah menjadi hal yang utopis jika disematkan terhadap pemuda, karena hal itu kontradiktif dengan senyatanya. Pemuda saat ini dihadapkan dengan persoalan seperti ungkapan frustasi, masa depan suram, kecemasan, kenalan, serta masalah lainnya. Butuh sinergi semua pihak agar apa yang menjadi harapan bangsa bagi pemuda dapat dimanifestasikan untuk capai cita-cita kemandirian. Pemerintah, Pemodal (pengusaha), serta Organisasi kepemudaan harus menggerakkan segenap stakeholder agar hal tersebut (red: cita-cita kemandirian oleh pemuda) tidak sebatas pepesan kosong.
Friday, 29 May 2015
Video serta Lirik Hymne dan Mars Logo UIN Walisongo Semarang
Subscribe to:
Posts (Atom)





